Buku ini mempunyai 14 buah naskah dengan jalan ceritanya yang berurutan di antara sebuah naskah dengan yang lain. Buku ini juga memuat teks asal dalam tulisan Jawi.
Buku ini merupakan ilmu yang mempelajari masyarakat dalam keseluruhannya dan hubungan-hubungan antara orang-orang dalam masyarakat tersebut, sosiologi memegang peranan penting dslam membantu memecahkan masalah-masalah sosial, seperti kemiskinan, konflik antarras, delinkuensi anak-anak,dan lain-lain. Dalam hal ini sosiologi memang tidk terlalu menekankan pada pemecahan atau jalan keluar masalah…
Buku ini membahas tentang kerajaan Bima dalam sastra dan sejarah. Bima nama sebuah Kabupaten yang relatif terpencil di peta wilayah republik indonesia . pada zaman dahulu wilayah Bima merupakan sebuah kerajaaan yang cukup cukup penting perannya di bandingkan dibagian timur indonesia.
Lima tokoh Bugis dalam buku ini memiliki talenta dalam menghiasi wajah Indonesia. Reputasi Andi Aziz teruji dalam medan tempur di Eropa saat PD II. Ini menjadi referensi Belanda untuk kemudian meminangnya. Dialah tokoh pendukung federalisme ciptaan Van Mook, yang menentang kehadiran APRIS lewat pertempuran. Bahar Mattalioe adalah tokoh pendukung pemerintah . Setelah lama mendampingi Qahhar Mudz…
Buku ini memuat tentang gambaran bagaimana pengembaran orang Bugis dan makassar menjelajahi wilayah yang jauh dari tempat tinggal mereka pada masa lalu. kemudian bagaimana mereka menetap di kampung orang sebagai pasope (perantau). ada juga dibahas bagaimana orang bugis dan makasar sebagai seorang pelaut.
Buku ini membahas tentang ilmu faham adalah Dzikir.Dzikir itu intinya pada simbol huruf alif.
Buku ini berisi tentang, Orang-orang Cina yang bermukim di ibukota kerajaan, sebagian terbesar adalah kaum pedagang dan pengusaha. Namun ada pula yang memiliki keterampilan tertentu, seperti: ahli bangunan, ahli pengobatan tradisional, ahli keagamaban, juru masak, tukang kayu, tukang batu, malah ada juga yang seniman.
Buku ini merupakan hasil komplikasi puisi karya penulis-penulis terbaik di Jawa Tengah. Balai Bahasa Jawa Tengah menyeleksi karya empat puluh sembilan penulis yang berasal dari berbagai kalangan., baik anak maupun dewasa, untuk menyusun buku ini.
Buku ini me muat tentang deskriptif cara politik jawa dalam melakukan kudeta dari kelompok lapisan bawah untuk merebut kekuasaan. Kudeta ala Jawa dengan penuh intrik, lobi, lempar batu sembunyi tangan, perencanaan menjadi terhormat, dan yang tak terlibat menjadi korban hingga ditumpas habis-habisan.
Buku ini disusun dengan maksud memberi informasi kepada masyarakat tentang roman atau novel bernilai sastra yang tinggi dan penting dibaca. Khusus untuk roman/novel lama, yang terbit di era tahun 20-an sampai 50-an, lebih banyak dimuat dalam buku ini. Alasannya bahwa roman/novel modern Indonesia yang terbit dalam era itu, sulit didapat dipasaran, dan banyak masyarakat kita, terutama yang lahir …