Buku ini berisi cerita tentang Uleng yang pergi ke pesta bersama Ibunya. Ia memakai baju bodo warna kuning. Di pesta, ada banyak warna baju bodo. Uleng pun ingin memakai semua baju bodo. Mengapa baju Uleng berwarna kuning? Bolehkah Uleng memakai semua warna? Ayo, kita lihat cara Uleng yang pintar mencari tahu arti semua warna.
Cerita dalam buku ini ditulis untuk memperkenalkan cara membuat benang dari ulat sutra. Benang sutra digunakan sebagai bahan utama menjahit kain sutra. Kain sutra adalah kain khas Kabupaten Wajo. Buku ini menceritakan tentang Tenri dan Uleng ingin membantu Pak Madda beternak ulat sutra. Mereka ingin melihat cara membuat benang dari ulat sutra. Bisakah ulat berubah menjadi benang? Ayo, baca kisa…
Buku ini memperkenalkan pakaian adat pengantin, khususnya aksesoris pengantin adat Makassar melalui pengalaman anak sebagai passappi' atau pendamping pengantin.
Buku ini merupakan cerita anak dwibahasa, bercerita tentang anak yang bernama Basse, ia sangat ingin makan makan nugget. Basse ingin ibunya membuatkannya di rumah. Akan tetapi, tidak ada bahan nugget di dapur. Hanya ikan yang tersedia. Ibunya akhirnya mendapat ide. Dia ingin membuat tumpi-tumpi. Bagaimana Ibunya Basse membuat tumpi-tumpi? Ayo, baca buku ini!
Buku ini merupakan buku cerita dwibahasa bercerita tentang Ija yang ikut orang tuanya ke pesta pernikahan. Salah satu hidangan yang disuguhkan tuan rumah adalah ikan kambu. Ija dan kedua orang tuanya sangat menyukai ikan kambu sehingga Ija dan ibunya sepakat membuat ikan kambu di rumahnya.
Buku ini merupakan buku cerita rakyat dwibahasa yang bercerita tentang seorang anak perempuan yang pertama kali mencoba makan dangke, makanan tradisional dari Enrekang. Dangke terbuat dari susu yang engandung banyak protein berguna bagi tubuh.
Buku ini bercerita tentang Nenek Rika yang sering membuat taripang dan Rika sangat menyukai kue tersebut. Pulang sekolah, Rika membeli taripang di warung Daeng Sokna. Namun, taripang yang dia beli tidak seenak buatan nenek.
Buku ini merupakan buku cerita rakyat yang berkisah tentang songkok guru, berasal dari Galesong yang terbuat dari serat lontar. Harganya beragam tergantung motif dan ukurannya. Songkok ini digunakan sebagai identitas adat dan kultur.
Buku ini merupakan buku cerita dwibahasa, berkisah tentang Tenri Esa kehilangan nafsu makan karena kebanyakan bermain gawai. Ia hanya bermalas malasan dikamar. Sepupunya mengajak Esa bermain denda. Permainan tradisional ini membuat anak berkeringat. Setelah bermain, Esa kelelakan dan akhirnya bisa makan lahap lagi.
Buku ini merupakan buku cerita dwibahasa yang bercerita tentang Kombong yang sangat gemar memakan ikan mas yang dimasak dengan bumbu dasar kluwak. Ternyata harga kluwak lebih mahal daripada harga sayur lainnya. Kombong berharap kelak ketika ia dewasa, ia akan membuat satu toko untuk menjual kluwak. Bagaimana seterusnya? Ayo, kita baca buku cerita Kombong dan Kluwak.