Buku ini merupakan hasil penelitian Proyek Pembinaan Bahasa dan Sastra Indonesia dan Daerah Sulawesi Tengah, Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa tahun 1996/1997.
Buku ini bahasa madura merupakan bahasa daerah terbesar kedua di jawa timur jumlah penutur lebih dari jumlah dari sepuluh juta orang wilayah pemakaian bahasa madura ini tidak hanya di pulau madura saja tetapi juga tersebar di pulau-pulau kecil sekitar madura
Buku ini menyajikan berbagai perspektif dalam kaitannya dendan dengan Bahasa dan Sastra Indonesia sebagai sistem suatu budaya.
BUKU INI BERISI TENTANG ASAL PUTRI BALANTAK DAN PERJUANGAN RAKYAT BALANTAK MENENTAN G PEMERINTAH BELANDA
Buku ini berisi tentang pedoman penyusunan laporan penelitian. penyampaian informasi berarti juga penciptaan komunikasi antara pihak yang melaporkan dan pihak yang menerima laporan. terciptanya informasi itu penting karena apabila tidak terjadi, informasi itu tidak sampai kepada yang menerima laporan.
Buku ini menceritakan tentang Fadil dan Muna yang berlibur ke rumah neneknya . mereka belajar memasak makanan khas Lampung.
Buku ini berisi dua cerita. Cerita pertama mengisahkan kegigihan dan keteguhan seorang putri yang bernama Mohulintoli yang berjanji menjaga adik semata wayangnya setelah kepergian kedua orang tuanya. Cerita kedua menceritakan tentang kisah kasih sayang sebuah keluarga. Bagaimana sebuah keluarga dikuatkan oleh cobaan-cobaan yang menimpa mereka.
Buku ini menyajikan berbagai perspektif dalam kaitannya dengan bahasa dan sastra Indonesia sebagai suatu sistem budaya. Didalamnya tercakup tiga bahasan yakni bahasa, sastra, dan pengajaran bahasa. Berbagai perspektif itu disampaikan oleh penulis-penulis dengan latar belakang yang amat plural seperti pakar bahasa, akademis, guru, novelis, sastrawan, dan sebagainya.
Buku diangkat kembali oleh penulis dalam karya sastra kakawin yang dirilis pada abad ke-20 oleh seorang pujangga bali bernama Ida Tjokorda Ngurah.