Buku ini memuat tentang kumpulan tulisan hasil kegiatan Gemarame, akronim dari Gemar Membaca Rajin Menulis, yang diselenggarakan oleh Balai Bahasa Jayapura, Badan pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendididkan da Kebudayaan. Peserta kegiatan ini adalah para siswa dan guru SLTP se-Kota dan Kabupaten Jayapura.
Buku ini ditujukan kepada generasi muda agar mengenal nilai-nilai budaya nenek moyang melalui cerita rakyat. Seperti kita ketahui bersama bahwa cerita rakyat yang berkembang di dalam masyarakat adalah cerita rakyat yang masih dalam bentuk lisan, yang masih diceritakan secara turun-temurun dari mulut ke mulut.
Buku ini berisis tiga dialek, yaitu bahasa sentani dialek barat, dialek tengah, dan dialek timur. Berdasarkan hasil tim penelitian menunjukan bahwa perbedaan ketiga wilayah pakai bahasa sentani tersebut tidak ada pada kisaran 51%--80% sebagai tolak ukur perbedaan dialek.
Buku ini merupakan hasil penyelenggara sayembara penulisan Cerita Pendek bagu Siswa SLTA sebagai tindak lanjut penyelenggara kegiatan sebelumnya, yakni Bengkel Sastra. Kegiatan ini diselenggarakan di beberapa Kabupaten i Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat beberapa tahun belakangan ini sengaja kami isi dengan materi pelatihan penulisan kreatif.
Buku ini mengungkapkan bahwa terjadi pergeseran penggunaan bahasa oleh masyarakat Tobati dan Enggoros dari bahasa Tobati ke bahasa indonesia.Dalam rana keluarga misalnya, masyarakat Tobati juga Enggoros ketika berbicara dengan ayah, ibu, dan kakaknya, cenderung mendekati lebih sering menggunakan bahasa indonesia dari pada bahasa Tobati.
Buku ini berisi Antalogi yang terdiri atas empat belas cerita pendek yang di tulis oleh para remaja yang ada di papua. Keempat belas cerita yang muat dalam antologi ini merupakan pemenang pertama, kedua dan sayembara penulis cerita pendek bagi siswa SLTA se provinsi papua barat dari thn 2005-2006-2007 dan 2008 dan 2009 yang diselenggarakan oleh balai bahasa jayapura.