Buku ini merupakan kajian sejarah yang menggunakan metode historis yang terdiri atas empat langkah secara sistematis. Hasil kajian menunjukkannbahwa Kerajaan Enrekang pada awalnya terbentuknya tidak didirikan secara langsung oleh seorang Tomanurung tetapi didirikan oleh cucu Tomanurung yang bernama Takkebuku yang kawin dengan Danrakati juga seorang cucu Tomanurung.
Buku ini mencakup materi pokok yaitu 1. Kadaan masyarakat pisang, sulawesi se;atan yang meliputi dimensi kesukubangsaan, latar belakang daerah asal, pemukiman penduduk dan keadaan sosial budaya. 2. identifikasi daerah penelitian dengan materi bahasan meliputi aspek lokaasi, geografis, demografis, dan keadaan faasilitas lingkungan.
Buku ini berisi tentang, Pembinaan dalam konteks penelitian ini ialah tindakan secara terencana untuk mengembangkan dan menanamkan nilai-nilai yang positif bagi pembangunan kepribadian suatu kolektif.
Buku ini berisi penyajian data dan penyebarluasan informasi tentang pola pemukiman dan sosial ekonomi masyarakat Bajou daerah Sulawesi Selatan kepada masyarakat untuk dipelajari dan dinikmati.
Buku ini berisi tentang, Kecamatan Kulisusu merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Buton Utara yang juga memiliki keanekaragaman kebudayaan dan tari yang perlu diangkat kepermukaan dan dilestarikan keberadaannya untuk memperkaya khasanah budaya bangsa pada umumnya dan daerah Sulawesi Tenggara pada khususnya.
Buku ini bercerita tentang kerajaan suppa adalah salah satu kerajaan anggota konvederasi ajatapaparang yang letaknya disebelah barat danau tempe, danau sidenreng dan danau buaya.
Buku ini berisi tentang pendeskripsian hubungan antara kerajaan suppa dan kerajaan bone, kedua kerajaan ini masing-masing pernah berkuasa pada dua kerajaan untuk waktu yang berbeda. hubungan kekerabatan yang menjafi fokus utama dalam kajian ini dimulai pada masa pemerintahan datu suppa we pancaitana besse kejuara dan berakhir pada masa pemerintahan datu suppa andi mappanyukki.
Buku ini memuat tentang budaya politik Kerajaan Balanipa dimulai dari kepemimpinan Tomakaka yang awalnya diharapkan dapat menjamin ketentraman masyarakat, sejumlah Tomakaka yang ada ini justru ternyata berbuat sewenang-wenang dan berambisi untuk menguasai sesamanya. Kondisi itu menyebabkan empat Tomakaka mempersatukan diri dalam satu ikatan kebersamaan yang dikenal dengan nama Appe Banua Kayang.
Buku ini berisi kajian yang tidak saja berusaha mengungkap dan menjelaskan akar-akar konflik atau latar belakang perlawanan Kerajaan Bone, Suppa, dan Tanete terhadap pemerintah Hindia belanda di Sulawesi Selatan pada awal abad ke-19, tetapi juga tentang dinamika dan penyelesaian konflik antara kedua belah pihak. Selain itu, juga tentang perubahan sosial pascakonflik, terutam perubah politik pad…