Buku ini memuat tentang telah terjadinya pergeseran penggunaan bahasa oleh masyarakat Tobati dan Enggoros dari bahasa Tobati ke bahasa Indonesia. Semoga penerbitan buku ini dapat menambah khazanah publikasi hasil penelitian dan menjadi sumbangsih kami kepada masyarakat.
Buku ini merupakan hasil penyelenggara sayembara penulisan Cerita Pendek bagu Siswa SLTA sebagai tindak lanjut penyelenggara kegiatan sebelumnya, yakni Bengkel Sastra. Kegiatan ini diselenggarakan di beberapa Kabupaten i Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat beberapa tahun belakangan ini sengaja kami isi dengan materi pelatihan penulisan kreatif.
Buku ini merupakan kelanjutan dari buku yang pernah diterbitkan oleh Balai Bahasa Provinsi Papua, yakni 10 cerita rakyat Papua terpilih.
Buku ini mengungkapkan bahwa terjadi pergeseran penggunaan bahasa oleh masyarakat Tobati dan Enggoros dari bahasa Tobati ke bahasa indonesia.Dalam rana keluarga misalnya, masyarakat Tobati juga Enggoros ketika berbicara dengan ayah, ibu, dan kakaknya, cenderung mendekati lebih sering menggunakan bahasa indonesia dari pada bahasa Tobati.
Buku ini berisi Antalogi yang terdiri atas empat belas cerita pendek yang di tulis oleh para remaja yang ada di papua. Keempat belas cerita yang muat dalam antologi ini merupakan pemenang pertama, kedua dan sayembara penulis cerita pendek bagi siswa SLTA se provinsi papua barat dari thn 2005-2006-2007 dan 2008 dan 2009 yang diselenggarakan oleh balai bahasa jayapura.
Kamus Dwibahasa ini memuat kosa kata yang di lengkapi dengan contoh pemakaian kata didalam kalimat serta padanan atau terjemahannya di dalam bahasa indonesia. Kami berharap kamus ini dijadikan sumber rujukan bagi masyarakat sota secara luas untuk meningkatkan kemampuan berbahasa secara lisan maupun tulisan.
Buku ini berisi tentang cerita-cerita pendek yang di luangkan dalam satu buku agar pembaca dapat menikmati dan setiap judul-judul yang ada di dalam buku ini. buku ini mempunyai beragam judul yang dapat di baca oleh masyarakat umum dengan berbagai topik.
Melalui tiga novel Indonesia modern tahun 1970-an, yaitu Pada sebuah Kapal, Pelabuhan Hati, dan Atiti Rahayu diperoleh gambaran yang jelas tentang karakter seorang perempuan serta peranan perempuan dalam keluaga serta hubungannya dengan yang lain.
Melalui tiga novel Indonesia modern tahun 1970-an, yaitu Pada sebuah Kapal, Pelabuhan Hati, dan Atiti Rahayu diperoleh gambaran yang jelas tentang karakter seorang perempuan serta peranan perempuan dalam keluaga serta hubungannya dengan yang lain.
Melalui tiga novel Indonesia modern tahun 1970-an, yaitu Pada sebuah Kapal, Pelabuhan Hati, dan Atiti Rahayu diperoleh gambaran yang jelas tentang karakter seorang perempuan serta peranan perempuan dalam keluaga serta hubungannya dengan yang lain.