Buku ini berisi tentang, Siri' merupakan taruhan harga diri, maka harga diri tersebut harus diangkat melalui kerja keras, berprestasi, berjiwa pelopor, dan senantiasa berorientasi keberhasilan. Keempat suku tersebut memegang asas hukum adat yang sama, yaitu apabila ada seorang pria yang memperkosa seorang gadis maka keluarga si gadis tersebut merasa berhak membunuh si pria tersebut.
Buku ini merupakan salah satu hasil proyek penelitian bahasa dan sastra Indonesia dan daerah Sumatera Utara tahun 1991 yang pelaksanaannya dipercayakan kepada tim peneliti dari Medan. Adapun pembinaan bahasa dilakukan melalui penyuluhan tentang penggunaan bahasa yang baik dan benar dalam masyarakat serta penyebarluasan berbagai pedoman dan hasil penelitian.
Buku ini merupakan hasil penelitian proyek inventaris dan dokumentasi kebudayaan daerah dalam berbagai aspek kebudayaan daerah dlam berbagai aspek kebudayaan daerah Sulawesi Selatan.
Buku ini berisi kamus simalungun terdapat bagian-bagian petunjuk pemakaian kamus atau disebut morfologi bahasa Simalungun
Berisi data dan informasi tentang pengajaran bahasa Indonesia yang meliputi kurikulum, bahan pelajaran, siswa, guru, metode dan teknik, media pengajaran, dan evaluasi di sekolah dasar kotamadya Palembang.
Buku ini membahas tentang kebudayaan bingkisan yang ada di Sulawesi Selatan
Buku ini membahas tentang sejauh mana peranan dan fungsi "ota" (sirih) itu dalam kehidupan masyarakat Bugis khususnya, masyarakat Sulawesi Selatan umumnya, apakah masih potensial sebagai sarana pembinaan masyarakat atau tidak.
Buku ini berisi tentang, penjelasan mengenai penggunaan ejaan bahasa Aceh. Ejaan bahasa Aceh dipergunakan dalam kamus ini didasarkan kepada "Ejaan Bahasa Aceh yang disempurnakan", yang disesuaikan dengan Ejaan Bahasa Indonesia yang disempurnakan sebagai hasil seminar pembinaan dan pengembangan Bahasa Aceh yang diadakan oleh Universitas Syiah Kuala Darussalam.
Buku ini berisi tentang penjelasan mengenai penggunaan ejaan bahasa Aceh. Ejaan bahasa Aceh yang dipergunakan dalam kamus ini didasrkan kepada "Ejaan Bahasa Aceh yang Disempurnakan", yang disesuaikan dengan Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan sebagai hasil Seminar Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Aceh yang diadakan oleh Universitas Syiah Kuala Darussalam pada tanggal 25 dan 26 Agustus 1980
Buku ini merupakan penjelasan dari informan,penafsiran negatif itu timbul karena kata sekak berasal dari kata tekak yang artinya "keras kepala" atau " bandel', buku ini berapa bagian-bagian dari fonologi, morfologi, sintaksis, kesimpulan dari berapa bagian hambatan dan saran-saran