Buku ini berisi tentang masalah kebahasaan dan kesastraan di Indonesia tidak terlepas dari kehidupan masyarakatpendukungnya yang selalu mengalami berbagai perubahan sebagai arus dari globalisasi termasuk perkembangan teknologi informasi yang amat pesat.
Buku Ini beirisi tentang masalah kebahasaan dan kesastraan di Indonesia tidak dapat terlepas dari kehidupan masyarakat pendukungnya.
Buku ini berisi tentang maska kebahasaan dan kesastraan di Indonesia tidak terlepas dari kehidupan masyarakat pendukungnya.
Buku ini berisi tentang masalah kebahasaan nasional yang perlu di garap dengan sungguh-sungguh dan berencana sehingga tujuan akhir pembinaan dan pengembangan itu antara lain adalah meningkatkan mutu kemampuan menggunakan bahasa Indonesia sebagai sarana komunikasi nasional,sebagaimana digariskan dalam Garis-Garis Besar Haluan Negara.
Buku ini berisi tentang tujuan akhir pembinaan dan pengembangan kebudayaan nasional antara lain yaitu meningkatkan mutu kemampuan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar.
Kamus ini berisi tentang penjelasan-penjeasan dalam bahassa belanda.
Buku ini memuat rekam jejak aktivitas dan prestasi yang diukir lembaga ini. Juga memuat tentang dinamika serta berbagai perubahan yang terjadi. Rentang periode yang cukup panjang yaitu, semenjak berdirinya kementerian pengajaran pada awal negara indonesia merdeka tahun 1945 hingga era rreeformasi pada tahun 2011.
Buku ini membahas tentang inventarisasi dan dokumentasi kebudayaan suku bangsa khususnya suku bangsa Madura yang berusaha membatasi diri dalam mempertahankan tatakramanya.
Buku ini berisi tentang tujuan penelitian untuk mengungkapkan fenomena sosio-kultural yang muncul didalamnya antara lain persepsi masyarakat tentang industri pariwisata, potensi nilai budaya daerah (sapta pesona), dan perilaku serta benda-benda budaya daerah.
Buku ini berisi tentang, Menyinggung soal pilihan konsumsi makanan di kraton, juga tampak adanya perbedaan di antara para pejabat istana, misalnya HB VII lebih mementingkan masakan tradisional sehingga masakan yang berbau keju, mentega ataupun yang banyak kandungan lemaknya, sedapat mungkin dihindari. Akan tetapi, semenjak HB VIII memegang tampuk pemerintahan di Kraton Yogyakarta, menu makanan …