Buku ini membahas Trilogi Novel Gadis Tangsi karya Suparto Brata, salah seorang pengarang dwibahasa (Indonesia dan Jawa yang sangat produktif. Trilogi ini berkisah tentang liku-liku kehidupan pada masa kolonial atau penjajahan yang didasari oleh pengalaman nyata, baik pengalaman sendiri yaitu pengarang sendiri maupun pengalaman orng lain yang tertarik untuk melihatnya dari sudut tinjau teori p…
Buku ini berisi tentang, Bangsa Indonesia memiliki beragam khazanah kesusastraan yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. Salah satu dari khazanah itu adalah cerita rakyat sebagai karya sastra yang tumbuh dan berkembang di tengah-tengah masyarakat pendukungnya.
Buku ini berisi cerita rakyat ( sastra lisan ) dari daerah jawa timur ( sarangan, magetan ). Buku yang berjudul sepasang naga di telaga sarangan ini adalah cerita tentang sepasang suami-istri yang akibat dari kecerobohan dan keteledoran sehingga mereka mengalami nasib buruk.
buku ini berisi tentang latar belakang sosio-historis karya sastra Indonesia di luar penerbitan Balai Pustaka
Buku ini membahas tentang gambaran umum sosia historis sastra Jawa periode 1920 sampai dengan perang kemerdekaan, struktur sastra Jawa periode 1920sampai dengan perang kemerdekaan, dan gendre sastra Jawa periode 1920 sapai dengan perang kemerdekaan.
Buku ini berisi tentang Keranjang Pengging,Tiga Teka-Teki Dewi Larasati,Lamaran yang Berbahaya dan Sang Penyelamat dari Sudira
Buku ini membahas tentang konsep keselarasan dalam budaya sastra Jawa dan nilai budaya sastra Jawa.
Buku antologi feature berjudul Suara dari Bukit Kapur ini memuat 35 naskah feature karya siswa. dengan tujuan meningkatkan keterampilan Berbahasa dan bersastra Indonesia dan juga dapat memperkaya khazanah sastra Indonesia.
Buku ini memuat 36 featur karya siswa. Isi tulisan menunjukan ketajaman dan kepekaan peserta dalam melihat berbagai peristiwa dan peninggalan sejarah, budaya, tokoh, dan lingkungan sekitar mereka dengan sudut pandang yang berbeda.
Buku ini berisi mengenai sarana dan dukungan bagi pengambil kebijakan untuk mengutamakan penggunaan bahasa indonesia pada media luar ruang sehingga cita-cita untuk menjadi bahasa indonesia sebagai tuan rumah dinegerinya sendiri dapat terwujud.