Buku ini berisi tentang bahasa massenrempulu yang merupakan sastra yang lahir dan hidup di tengah-tengah masyarakat massenrempulu, diwariskan turun temurun dari mulut ke mulut dengan menggunakan tiga macam dialek , yakni; 1. Dialek Enrekang 2. Dialek Duri 3. Dialek Maiwa.
Buku ini berisi tentang, secara ringkas dapat dikatakan bahwa pemerolehan tata kalimat APEB pada batas usia 4 sampai 5 tahun lebih banyak mengadakan peniruan kreatif sempurna daripada peniruan kreatif tidak sempurna. Hal ini dapat ditunjang pula oleh masa transisi dari peniruan tak sempurna ke peniruan kreatif sempurna dalam sistem bunyi.
Buku ini berisi tentang naskah yang tidak lain daripada salah satu rangkaian usaha perintisan dalam rangka penyelamatan,pembinaan,dan pengembangan unsur budaya daera sekaligus merupakan pemerkaya unsur-unsur budaya bangsa.
Buku ini berisi tentang cerita Beringin Berkabut.
Buku ini membahas tentang mengumpulkan atau merekam dan menganalisis data mengenai desa swasembada dan desa swakarya.
Buku ini memuat berbagai informasi yang tumbuh dan berkembang dalam masyaraklat tempo dulu, yang telah berhasil diteliti oleh tim yang dipercayakan untuk itu.
Buku ini berisi tentang, Ada terdapat 5 aspek budaya, yaitu aspek Sejarah Daerah, Adat Istiadat Daerah, Cerita Rakyat Daerah, Geografi Budaya Daerah, dan Ensiklopedi Musik danTari Daerah. Adat Istiadat Daerah sebagai salah satu aspek mengandung beberapa unsur budaya daerah yang pada pokoknya berintikan: Sistem ekonomi atau mata pencaharian hidup, sistem teknologi atau perlengkapan hidup di dala…
Buku ini berisi tentang usaha permulaan dari tahap pencatatan yang dfapat disempurnakan pada waktu yang akan datang. Oleh karena itu, dengan terbitnya naska ini akan menjadi sarana penelitian dan kepustakaan yang tidak sedikit artinya bagi kepentingan pembangunan bangsa dan negara khususnya pembangunan kebudayaan.
Buku ini merupakan penelitian yang mencoba memberikan gambaran yang jelas dan cermat klitika yang selama ini masih masih terselubung kajian linguistik nusantara
Buku ini berisi tentang, Lingkungan perairan merupakan pentas yang dominan di Indonesia. Setidak-tidaknya ada dua kondisi yang melatar belakangi keadaan demikian. Pertama, Indonesia berbentuk kepulauan. Sesuai dengan salah satu aspek makna wawasan Nusantara, lebih kuran 62% luas wilayah Indonesia seluruhnya merupakan perairan dalam arti laut, selat dan teluk.